Senin, 04 April 2022

Bahasa Arab dan Jogya

 








:: Bahasa Arab dan Jogja ::


Sekadar berbagi kisah dan pengalaman ...


Banyak kelas bahasa Arab dibuka, tidak sedikit yang akhirnya berguguran. Bahkan ada kelas yang bubar di tengah jalan. Fenomena hampir terjadi di mana-mana, sejak dulu kala. 

Di Jogja pun demikian adanya. Namun, ada sedikit yang berbeda. Saya melihat cukup banyak pula yang berhasil. Bermula dari menguasai bahasa Arab dasar, kemudian menjadi agen dakwah yang menyebarkan ilmu di tengah masyarakat.

Bagaimana kisah mereka ? Izinkan saya berbagi pengalaman tentang kisah saat bersama mereka.


Mereka bukanlah lulusan pondok pesantren. Mereka berstatus mahasiswa. Mereka hanya belajar bahasa Arab di sela-sela kesibukannya. Pagi hari sebelum kuliah atau sore/malam sesudahnya. Kelas diadakan di masjid-masjid sekitaran kampus UGM atau di kos-kosan/wisma. Ditambah kajian materi-materi dasar Islam lainnya.

Yang membuat mereka beda dengan yang lain, karena mereka tidak hanya belajar bahasa Arab, tapi juga mengaplikasikannya. Language is a habbit, begitu katanya. Boleh jadi mereka sedikit ilmunya, tapi banyak manfaatnya untuk diri sendiri maupun orang lain.

Selain belajar bahasa Arab di kelas seperti kebanyakan orang yang pernah mempelajarinya, ada beberapa fenomena "plus" yang saya saksikan ada pada mereka, sehingga berbeda hasilnya dengan yang lainnya :


(1). Belajar dan sekaligus mengajar. 

Satu hal positif yang saya saksikan adalah bagusnya estafet regenerasi belajar mengajar di kalangan mereka. Yang pernah belajar diamanahi mengajarkan kepada yang lain. Mengajar adalah salah satu proses belajar, bahkan bisa jadi merupakan metode belajar yang paling efektif. Banyak hal yang kurang dipahami ketika belajar, ternyata baru bisa dipahami dengan benar setelah mendapat amanah mengajar. Inilah yang mereka rasakan saat menjadi pengajar. Dengan mengajarkan orang lain ilmu, otomatis diri sendiri pun akan bertambah ilmu.


(2). Ngaji kitab. 

Teori bahasa Arab nahwu-shorof akan bermanfaat ketika banyak dipraktekkan dengan membaca kitab. Salah satu caranya adalah dengan menghadiri kajian kitab. Ada pesantren mahasiswa, Ma'had 'Ilmi namanya yang buku panduannya memakai kitab bahasa Arab. Selain itu banyak majelis kajian kitab di masjid-masjid sekitar UGM. Di sinilah kesempatan mereka untuk belajar membaca, menambah mufrodat (kosakata), dan belajar menerjemahkan. Disamping tentu mendapat materi ilmu itu sendiri.


(3). Menulis. 

Website muslim/muslimah.or.id dan Buletin at Tauhid adalah media dakwah melalui tulisan yang dikelola oleh mereka saat itu. Termasuk juga dalam hal penulisnya. Membuat artikel akan melatih kemampuan ilmiah dalam menulis. Setidaknya akan memaksa untuk membuka rujukan kitab para ulama, membaca, menelaah, dan menerjemahkannya. Tanpa disadari, menulis akan meningkatkan kualitas berbahasa. Banyak dari mereka, yang kini menjadi penulis handal dan bermanfaat bagi umat.


(4). Mengumpulkan kitab. 

Sudah belajar bahasa Arab, tapi tidak punya kitab ya percuma. Ini yang banyak saya dapati pada mereka, kitab-kitabnya lebih banyak dari pada diktat kuliahnya. Saya pernah bertanya kepada seorang teman yang baru belajar bahasa Arab namun sudah banyak beli kitab. Katanya, " biar semangat belajar bahasa Arab. Masak punya banyak kitab kok gak dibaca." Sering membaca kitab membuat mereka semakin jago dalam bahasa Arab.


(5).  Belajar privat. 

Sering saya jumpai beberapa teman mendatangi kamar kos kakak senior untuk belajat privat. Baik itu mengulang pelajaran atau menambah materi pengayaan. Biasanya ini dilakukan malam hari, di luar jadwal kelas bahasa Arab reguler. Jadi, mereka menambah jam belajar dengan "memaksa" para senior untuk mengajar privat. Fenomena yang banyak terjadi saat itu. Di sini seseorang bisa belajar dengan percepatan, karena tidak hanya mengandalkan pelajaran reguler klasikal. 


(6). Membuka kamus. 

Kamus Al Munawir hampir ada di setiap rak buku mereka. Ya, belajar bahasa asing tanpa kamus ibarat perang tanpa pedang. Dulu belum zamannya kamus online, semua mufrodat asing dicari di kamus secara manual. Dan ini tentu lebih terpatri di memori daripada sekedar mencari dengan mengetik di kamus online. Saking pentingnya kamus, konon katanya ada seorang Ustadz yang hafal satu kamus tentang bahasa Arab.

Ini yang saya lihat ada pada mereka, yang barangkali bisa ditiru oleh yang lainnya. Mengkombinasikan berbagai kegiatan "plus" seperti di atas akan menjadikan belajar bahasa Arab lebih bermakna.

Bermodal bahasa Arab dasar (nahwu-shorof) pun akan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Memang barangkali mereka bukanlah pakar, tapi setidaknya mereka tidak buta bahasa Arab dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang lain. Setelah menguasai yang dasar, insyaAllah akan lebih mudah dalam pengembangan ilmu selanjutnya. Benarlah dikatakan bahwa bahasa Arab kunci memahami dinul Islam.

Ini di antara kisah mereka para mahasiswa di Jogja, kurang lebih 15 tahun yang lalu.

Semoga jadi inspirasi semangat para sahabat yang sedang giat belajar bahasa Arab.


📝 Ustadz dr. Adika Mianoki

Senin, 07 Februari 2022

Tidak Ada Yang Tahu Datangnya Hidayah

Dulu saya punya tetangga seorang pemabuk berat, sampai diumur 50 tahunan juga masih sering mabuk mabukan.

Walau orangnya humoris, supel dan nggak rese.

Karena terlalu sering mabuk dan hidup tidak sehat, qodarulloh Akhirnya beliau terkena penyakit struk dan susah berjalan.

Tentunya hal tersebut membuat istri dan anaknya makin sedih.

Dan setelah sekian tahun saya tidak pernah tau lagi kabarnya karena saat itu setelah menikah saya hijrah ke Jakarta.

Suatu saat, ada tablig akbar Syaikh ibrahim Ar Ruhaily di Istiqlal Jakarta. 

Saya dan istri pun datang ke tablig akbar tersebut. Saat kami sampai di parkiran terdengar suara orang memanggil saya, saya kaget karena saya tidak kenal siapapun di Jakarta saat itu. 

Saya tidak tau siapa yang memanggil karena saat itu ramai jamaah yang baru sampai ke Istiqlal. 

Tiba2 dari arah samping ada bapak bapak memeluk saya sambil menangis, saya dan istripun kaget dong. 

Ternyata orang tersebut adalah tetangga saya yang saya ceritakan tadi. 

Qodarulloh kami ketemu di Jakarta saat kami sedang menuju rumah Alloh, saat kami sedang berniat baik menghadiri kajian agama.

Kami saling terharu dan berpelukan kayak teletabis sambil sesenggukan menangis menyesali apa yang pernah dilakukan selama ini.

Karena memang kami saling tau satu sama lain, beliau tau bagaimana saya dulu, dan saya tau beliau seperti apa dulu nya. Makanya hal tersebut membuat kami ngga nyangka dan bersyukur apalagi bisa bertemu di Masjid.

Beliau datang dari Pekalongan bersama anak Istri juga menantunya yang ternyata bermanhaj salaf. Dan ternyata menantunya tersebut juga teman lama saya, alhasil kami pun sejenak ngobrol dengan perasaan haru dan senang. 

Memang, Alloh memberi hidayahNya kepada siapa saja dan kapan saja, juga lewat jalur mana saja yang kadang sulit dan tidak bisa kita sangka.

Maka dari itu, mintalah selalu hidayah kepadaNya. Mintalah selalu agar diteguhkan hati, karena iman ini naik turun dan kadang di posisi yang sangat lemah.

Semoga kita semua selalu dilimpahkan hidayah dan termasuk orang orang yang mau menjemput dan menerima hidayah tersebut. Bisa istiqomah sampai akhir usia.


Aamiin


FB Gafy Dan Jihan

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=144478131274441&id=100071367645874

Link Tabligh Akbar
https://youtu.be/vPbvJBqTFJk





Jumat, 04 Februari 2022

ZINA ADALAH UTANG


Zina Adalah Hutang

----

Kisah ini pernah disampaikan oleh pelaku di surat kabar Saudi sana ( dengan menyamarkan nama pelakunya). 

Beliau mengisahkan cerita ini agar menjadi pelajaran. Penulis sendiri mendengar kisah ini dari sebuah video ceramah yang menuturkan kisah ini di media sosial. 

Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.


*****

Sewaktu muda dulu, sebagaimana muda mudi zaman now, aku menjalin kasih dengan seorang wanita semasa kuliah. 

Hubungan kami semakin mesra, hingga sampai ke titik dimana aku dan dia berzina. 

Tak dinyana, dia pun hamil. 

Kakaknya mendatangiku, memintaku untuk bertanggung jawab atas perbuatanku. 

Namun apa jawabku? Aku mengelak dan dengan pongahnya berkata,

“carilah sana laki-laki yang menghamilinya .”

Waktu pun berlalu sekian lama, aku pun telah melupakan kejadian ini. 

Suatu ketika, Ibuku menangis sambil menyampaikan kepadaku bahwasanya adik perempuanku hamil di luar nikah. 

Aku marah, kudatangi laki-laki yang menghamilinya, namun ketika ku meminta pertanggung jawabannya, ia menjawab persis dengan jawabanku terhadap kakak dari wanita yang kuhamili dulu, 

ia berkata, 

“carilah sana laki-laki yang menghamilinya .” 

Bagai tersambar petir aku mendengar jawabannya.

Waktu berlalu, aku bekerja dan kemudian menikah dengan seorang wanita. 

Namun begitu tercengangnya aku, ketika malam pertama, istriku menangis dan berkata jujur kepadaku, bahwasanya ia sudah tidak perawan, ia dulu pernah berzina. 


Aku merasa inilah balasan atas perbuatan zinaku dulu. aku begitu sedih, namun nasi sudah menjadi bubur, aku pun tetap meneruskan pernikahan ini dengannya.

Apakah ini akhir dari balasan atas pemuda tersebut?

Beberapa tahun kami menikah, kami pun dikarunai seorang anak perempuan. Suatu ketika putriku yang baru berusia 6 tahun pulang dalam keadaan menangis. Ia menangis karena diperkosa oleh tetanggaku.  Betapa hancurnya hatiku, inilah balasan dari perbuatan zinaku dahulu.

Semoga kisahku ini dapat menjadi pelajaran bagi kaum muslimin agar mereka tidak mengalami hal yang sama sebagaimana diriku.


*****

Ya, zina adalah hutang.

Di sana ada seorang kakak yang marah karena adiknya dihamili oleh pemuda itu, ia pun mengalami demikian.

Ada suami yang kecewa mengetahui sang istri ternyata sudah tidak perawan karena pernah berzina dengan si pemuda, ia pun mengalami demikian.

Ada seorang ayah yang hatinya hancur karena keperawanan putrinya diambil dengan cara yang salah, pemuda itu pun juga mengalami demikian.

Semoga Allah menjaga kaum muslimin dari dosa zina dan akibat buruknya.

----


Penutup:

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

Sesungguhnya zina adalah utang. Jika engkau sampai berani berutang, 

Tebusannya ada pada anggota keluargamu, ketahuilah hal ini.

Siapa yang berzina dengan wanita lain dengan membayar 2000 dirham,

bisa jadi di antara keluarganya akan dizinai dengan harga ¼ dirham.

Siapa yang berzina akan dibalas dizinai, meskipun dengan tebusan tembok, 

jika anda orang cerdas, pahamilah hal ini.


📝 Ustadz Boris Tanesia


Kamis, 03 Februari 2022

“KISAH ISTRI SHOLEHAH…” (BERHAK UNTUK DIBACA…!!)

 

بسم الله الرحمن الرحيم

“KISAH ISTRI SHOLEHAH…” 

(BERHAK UNTUK DIBACA…!!)


Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :


Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.


Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa’) tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…


Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.


Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.


Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur’an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.


Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.


Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.


Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku…

Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.


Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.


Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, “Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??”


Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do’aku, “Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa ‘Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut’aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…


Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…


Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”


Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.


Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., “Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?”. Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…


Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, “Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!”. Maka aku berkata kepadanya, “Aku ini putrimu Asmaa’”. Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.


Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : “Subhaanallahu…”. Dokter yang lain dari Mesir berkata, “Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…”. Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??


Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa’ akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…


Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do’a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo’ kecuali do’a…barang siapa yang menjaga syari’at Allah maka Allah akan menjaganya.


Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…


Ini adalah kisahku sebagai ‘ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…


Maka ketuklah pintu langit dengan do’a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….


Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin (SELESAI…)


          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…


          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…


          Hiaslah do’amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci


          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…



(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)


Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M

http://www.firanda.com

sumber: https://firanda.com/898-kisah-istri-sholehah-berhak-untuk-dibaca.html

Kisah Nyata Seorang Wanita Pemesan Kamar Di Neraka


Semoga Allah memberikan hidayah kpd wanita itu sebelum tiba ajalnya

Ada artis Indonesia mesan kapling di Neraka.

“Gua kan udah bilang, gua enggak gila-gila masuk surga say. Gua mah di neraka juga enggak apa-apa,” ujarnya.

📝 Abu Nafisah

📝 Tulisan Ustadz Fahruddin Nu’man, Lc.

Kisah Nyata Seorang Wanita Pemesan Kamar Di Neraka

Sahabat, sehubungan dengan beredarnya video artis NM yang menginginkan tinggal di neraka, maka kisah nyata ini sangat relevan untuk di posting kembali, sebagai i’tibar bagi kita semua, agar kita berhati2 dalam setiap ucapan kita....


Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah (Egypt = Mesir).

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata. Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.

Usia nya sekitar 20 tahun.

Di dalam bis itu ada seorang tua yang dipenuhi uban dan menegurnya.

 “Wahai pemudi Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu.

Namun, nasehat itu dijawab nya dengan jawaban mengejek,

“Siapakah kamu hai orang tua?

Apakah di tangan kamu ada kunci surga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu, si gadis lantas coba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,


“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan biadab.

 Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk.

Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan.

Semua yang di dalam bis tidak menghiraukan gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama lebih parah lagi.

Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapati tertidur di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.


Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu.


Apakah keinginannya memesan sebuah kamar di neraka dikabulkan Allah? Naudzubillahi min dzalik.

Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.


Saudara-saudariku,

Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan senda gurau atau dengan mengejek.


Semoga bermanfaat. 

SEDERHANA dengan HORMAT Jauh lebih MULIA, dari KEMEWAHAN sebuah PINJAMAN

Sekitar 4 Tahun lalu..

Sahabat saya meminjam uang...

Tidak banyak

750 ribu Rupiah...

Dengan alasan untuk  Berobat anaknya..

Dan berjanji..

akan dibayar saat Gajian...


Saya berikan..

Dengan Niat menolong..

Sebulan kemudian..

Tibalah saat Gajian...

Saya menunggu...

Dengan harapan..

Sahabat saya Akan melunasinya..


Bulan pertama tak ada kabar..

Hingga bulan ketiga...


Sampai suatu saat..

Saya melihatnya..

Menggunakan Motor Baru (masih kredit) ...

Dan Baru saja selesai...

Belanja dimall..

Dengan barang Belanjaan yg cukup banyak..


Keesokan Harinya..

Saya coba hubungi..

Dengan niat menanyakan Kabar..

Namun...

Telfon saya tidak di angkat..

Saya sms...terkirim...

Namun tidak dibalas..

Hingga 5 hari...


Suatu ketika disebuah jalan

Tidak sengaja kami bertemu..

Seperti biasa..

Saya menanyakan kabar..

Dan pada akhirnya saya bertanya..

"Mas..saya butuh uang..

Bisa gak Hutangnya dilunasi segera"

Dengan lemah lembut..

Dan penuh senyuman..


Namun...

Dia membentak saya dengan Kasar...

Seraya berkata:


"KALAU ADA UANG JUGA UDAH DIBAYAR..

GAK PERCAYA BANGET"


lalu dia Pergi....


Sekitar 2 minggu kemudian..

Saya Ke tempat lomba ...

Gak sengaja melihat...

Dia sedang mendapat kemenangan sebuah kejuaraan lomba..

Dan ternyata...

Uang yang didapat lumayan besar. .


Berkali kali...

Saya melihatnya Hidup Mewah..

Namun tidak mampu..

Membayar Hutang...


Dan sekarang ..

Sudah 4 tahun lebih...

Sayapun sudah tidak berharap..

Hutang itu akan dibayar..

Karena tiap saya hubungi..

Tidak ada jawaban...

Dan selalu menghindar...


Saat itu ..saya seperti pengemis ...

Yg Meminta minta uang saya sendiri...


Sampai disini..

Saya hanya ingin..

Kalian yg memiliki hutang..

Agar segera melunasinya...

Karena..

Kekecewaan Orang yg kalian Hutangi. ...

Sama persis seperti yg saya tulis...

Tatkala kalian Menunda nunda..

Dalam membayar hutang...


Hiduplah...

Dengan apa yg kalian Miliki...

Dan Jangan memaksakan diri..

Meraih Kemewahan..

Dengan menyusahkan orang lain..


SEDERHANA dengan HORMAT...

Jauh lebih MULIA...

Dari KEMEWAHAN sebuah PINJAMAN..

-

📝 Copas via FB Musa Jundana Ihsan

Kok Rame Banget

Kok Rame Banget

Suatu kisah unik dari salah seorang mengenal hidayah.


Pak Fulan seorang pemilik radio konvensional di salah satu kota di Sumatera Barat, isi radionya ya sebagaimana yang lain, ada iklan, music dan lainnya. Keluarga pak Fulan tadi rata-rata adalah penggemar seni musik, bahkan punya penyewaan orgen tunggal dan lainnya.

Singkat cerita, pak Fulan itu juga termasuk pengurus salah satu mushollah/surau dekat tempat beliau tinggal.

Beliau punya rencana ingin datangkan ustad dari luar kota untuk ngisi kajian bersama tetangga-tetangga kompleknya.

Ketika itu di Kota tersebut ada Dai Akhir Zaman sedang Tablig Akbar, yang datang rame karena sedang viral ketika itu.

Lalu pak Fulan itu bertanya kepada panitia yang mengundang, bagaimana caranya bisa mengundang ustad yang tadi? Maka dijawab dengan nada meremehkan : Mahal Pak.

Namanya orang diremehkan pastilah sakit hati. Akhirnya pak Fulan mencari info ustad lain melalui YouTube, alhamdulillah yang sering muncul di YouTube beliau adalah kajian Ust. Maududi Abdullah, Lc Hafidzahullahu Ta'ala (Pekanbaru). 

Maka pak Fulan itu mencoba cari-cari kontak ustad atau tim ustad untuk diundang ke Mushollah sekitar rumah beliau. Pak Fulan itu datang jauh-jauh dari kotanya ke Pekanbaru untuk bertemu dan mengundang ustadz.

Secara detail pak Fulan belum tau siapa ustadz Maududi, hanya tau lewat YouTube saja.

Ust Maududi Abdullah bertanya : Apakah di Kota itu sudah ada ikhwah yang ngaji? Dijawab dengan polos : Blm ada (padahal pak Fulan itu belum begitu faham dengan istilah ikhwah ngaji dll).

Akhirnya beliau bersedia datang ke Kota Tersebut, kejadian ini beberapa tahun yang lalu.

Poster sudah dibuat dan info itu terdengar oleh ikhwah yang sudah ngaji di Kota itu, mereka heran. Siapa gerangan orang yang bisa mendatangkan Ust. Maududi Abdullah, Lc.

Niat pak Fulan hanya pengajian biasa untuk warga komplek, ukuran mushollanya juga sederhana tidak luas. Dan pak Fulan yang mengundang belum tau siapa ust. Maududi Abdullah, yang mana beliau sudah dikenal dimana-mana, terutama orang-orang Sumatera Barat, sudah tidak asing dengan beliau.

Hari H kajian tersebut tanpa disangka pak Fulan, yang datang kajian banyak sekali, bahkan dari luar kota juga hadir.

Sontak pak Fulan ini heran, ada apa ini kok rame banget?

Dari situlah jalan hidayah mulai menyapa beliau dan keluarga. Radio yang awalnya umum, sekarang diubah full untuk kajian-kajian. Walhamdulillah.

Hidayah menyapa siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.


Semoga kita selalu dapat hidayah dan  Istiqomah


#SafariSumbar2021

📝 Abu Yusuf Akhmad Ja'far