Senin, 07 Februari 2022

Tidak Ada Yang Tahu Datangnya Hidayah

Dulu saya punya tetangga seorang pemabuk berat, sampai diumur 50 tahunan juga masih sering mabuk mabukan.

Walau orangnya humoris, supel dan nggak rese.

Karena terlalu sering mabuk dan hidup tidak sehat, qodarulloh Akhirnya beliau terkena penyakit struk dan susah berjalan.

Tentunya hal tersebut membuat istri dan anaknya makin sedih.

Dan setelah sekian tahun saya tidak pernah tau lagi kabarnya karena saat itu setelah menikah saya hijrah ke Jakarta.

Suatu saat, ada tablig akbar Syaikh ibrahim Ar Ruhaily di Istiqlal Jakarta. 

Saya dan istri pun datang ke tablig akbar tersebut. Saat kami sampai di parkiran terdengar suara orang memanggil saya, saya kaget karena saya tidak kenal siapapun di Jakarta saat itu. 

Saya tidak tau siapa yang memanggil karena saat itu ramai jamaah yang baru sampai ke Istiqlal. 

Tiba2 dari arah samping ada bapak bapak memeluk saya sambil menangis, saya dan istripun kaget dong. 

Ternyata orang tersebut adalah tetangga saya yang saya ceritakan tadi. 

Qodarulloh kami ketemu di Jakarta saat kami sedang menuju rumah Alloh, saat kami sedang berniat baik menghadiri kajian agama.

Kami saling terharu dan berpelukan kayak teletabis sambil sesenggukan menangis menyesali apa yang pernah dilakukan selama ini.

Karena memang kami saling tau satu sama lain, beliau tau bagaimana saya dulu, dan saya tau beliau seperti apa dulu nya. Makanya hal tersebut membuat kami ngga nyangka dan bersyukur apalagi bisa bertemu di Masjid.

Beliau datang dari Pekalongan bersama anak Istri juga menantunya yang ternyata bermanhaj salaf. Dan ternyata menantunya tersebut juga teman lama saya, alhasil kami pun sejenak ngobrol dengan perasaan haru dan senang. 

Memang, Alloh memberi hidayahNya kepada siapa saja dan kapan saja, juga lewat jalur mana saja yang kadang sulit dan tidak bisa kita sangka.

Maka dari itu, mintalah selalu hidayah kepadaNya. Mintalah selalu agar diteguhkan hati, karena iman ini naik turun dan kadang di posisi yang sangat lemah.

Semoga kita semua selalu dilimpahkan hidayah dan termasuk orang orang yang mau menjemput dan menerima hidayah tersebut. Bisa istiqomah sampai akhir usia.


Aamiin


FB Gafy Dan Jihan

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=144478131274441&id=100071367645874

Link Tabligh Akbar
https://youtu.be/vPbvJBqTFJk





Jumat, 04 Februari 2022

ZINA ADALAH UTANG


Zina Adalah Hutang

----

Kisah ini pernah disampaikan oleh pelaku di surat kabar Saudi sana ( dengan menyamarkan nama pelakunya). 

Beliau mengisahkan cerita ini agar menjadi pelajaran. Penulis sendiri mendengar kisah ini dari sebuah video ceramah yang menuturkan kisah ini di media sosial. 

Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.


*****

Sewaktu muda dulu, sebagaimana muda mudi zaman now, aku menjalin kasih dengan seorang wanita semasa kuliah. 

Hubungan kami semakin mesra, hingga sampai ke titik dimana aku dan dia berzina. 

Tak dinyana, dia pun hamil. 

Kakaknya mendatangiku, memintaku untuk bertanggung jawab atas perbuatanku. 

Namun apa jawabku? Aku mengelak dan dengan pongahnya berkata,

“carilah sana laki-laki yang menghamilinya .”

Waktu pun berlalu sekian lama, aku pun telah melupakan kejadian ini. 

Suatu ketika, Ibuku menangis sambil menyampaikan kepadaku bahwasanya adik perempuanku hamil di luar nikah. 

Aku marah, kudatangi laki-laki yang menghamilinya, namun ketika ku meminta pertanggung jawabannya, ia menjawab persis dengan jawabanku terhadap kakak dari wanita yang kuhamili dulu, 

ia berkata, 

“carilah sana laki-laki yang menghamilinya .” 

Bagai tersambar petir aku mendengar jawabannya.

Waktu berlalu, aku bekerja dan kemudian menikah dengan seorang wanita. 

Namun begitu tercengangnya aku, ketika malam pertama, istriku menangis dan berkata jujur kepadaku, bahwasanya ia sudah tidak perawan, ia dulu pernah berzina. 


Aku merasa inilah balasan atas perbuatan zinaku dulu. aku begitu sedih, namun nasi sudah menjadi bubur, aku pun tetap meneruskan pernikahan ini dengannya.

Apakah ini akhir dari balasan atas pemuda tersebut?

Beberapa tahun kami menikah, kami pun dikarunai seorang anak perempuan. Suatu ketika putriku yang baru berusia 6 tahun pulang dalam keadaan menangis. Ia menangis karena diperkosa oleh tetanggaku.  Betapa hancurnya hatiku, inilah balasan dari perbuatan zinaku dahulu.

Semoga kisahku ini dapat menjadi pelajaran bagi kaum muslimin agar mereka tidak mengalami hal yang sama sebagaimana diriku.


*****

Ya, zina adalah hutang.

Di sana ada seorang kakak yang marah karena adiknya dihamili oleh pemuda itu, ia pun mengalami demikian.

Ada suami yang kecewa mengetahui sang istri ternyata sudah tidak perawan karena pernah berzina dengan si pemuda, ia pun mengalami demikian.

Ada seorang ayah yang hatinya hancur karena keperawanan putrinya diambil dengan cara yang salah, pemuda itu pun juga mengalami demikian.

Semoga Allah menjaga kaum muslimin dari dosa zina dan akibat buruknya.

----


Penutup:

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

Sesungguhnya zina adalah utang. Jika engkau sampai berani berutang, 

Tebusannya ada pada anggota keluargamu, ketahuilah hal ini.

Siapa yang berzina dengan wanita lain dengan membayar 2000 dirham,

bisa jadi di antara keluarganya akan dizinai dengan harga ¼ dirham.

Siapa yang berzina akan dibalas dizinai, meskipun dengan tebusan tembok, 

jika anda orang cerdas, pahamilah hal ini.


📝 Ustadz Boris Tanesia


Kamis, 03 Februari 2022

“KISAH ISTRI SHOLEHAH…” (BERHAK UNTUK DIBACA…!!)

 

بسم الله الرحمن الرحيم

“KISAH ISTRI SHOLEHAH…” 

(BERHAK UNTUK DIBACA…!!)


Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :


Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.


Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa’) tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…


Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.


Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.


Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur’an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.


Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.


Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.


Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku…

Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.


Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.


Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, “Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??”


Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do’aku, “Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa ‘Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut’aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…


Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…


Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”


Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.


Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., “Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?”. Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…


Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, “Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!”. Maka aku berkata kepadanya, “Aku ini putrimu Asmaa’”. Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.


Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : “Subhaanallahu…”. Dokter yang lain dari Mesir berkata, “Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…”. Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??


Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa’ akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…


Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do’a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo’ kecuali do’a…barang siapa yang menjaga syari’at Allah maka Allah akan menjaganya.


Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…


Ini adalah kisahku sebagai ‘ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…


Maka ketuklah pintu langit dengan do’a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….


Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin (SELESAI…)


          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…


          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…


          Hiaslah do’amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci


          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…



(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)


Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M

http://www.firanda.com

sumber: https://firanda.com/898-kisah-istri-sholehah-berhak-untuk-dibaca.html

Kisah Nyata Seorang Wanita Pemesan Kamar Di Neraka


Semoga Allah memberikan hidayah kpd wanita itu sebelum tiba ajalnya

Ada artis Indonesia mesan kapling di Neraka.

“Gua kan udah bilang, gua enggak gila-gila masuk surga say. Gua mah di neraka juga enggak apa-apa,” ujarnya.

📝 Abu Nafisah

📝 Tulisan Ustadz Fahruddin Nu’man, Lc.

Kisah Nyata Seorang Wanita Pemesan Kamar Di Neraka

Sahabat, sehubungan dengan beredarnya video artis NM yang menginginkan tinggal di neraka, maka kisah nyata ini sangat relevan untuk di posting kembali, sebagai i’tibar bagi kita semua, agar kita berhati2 dalam setiap ucapan kita....


Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah (Egypt = Mesir).

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata. Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.

Usia nya sekitar 20 tahun.

Di dalam bis itu ada seorang tua yang dipenuhi uban dan menegurnya.

 “Wahai pemudi Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu.

Namun, nasehat itu dijawab nya dengan jawaban mengejek,

“Siapakah kamu hai orang tua?

Apakah di tangan kamu ada kunci surga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu, si gadis lantas coba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,


“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan biadab.

 Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk.

Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan.

Semua yang di dalam bis tidak menghiraukan gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama lebih parah lagi.

Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapati tertidur di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.


Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu.


Apakah keinginannya memesan sebuah kamar di neraka dikabulkan Allah? Naudzubillahi min dzalik.

Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.


Saudara-saudariku,

Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan senda gurau atau dengan mengejek.


Semoga bermanfaat. 

SEDERHANA dengan HORMAT Jauh lebih MULIA, dari KEMEWAHAN sebuah PINJAMAN

Sekitar 4 Tahun lalu..

Sahabat saya meminjam uang...

Tidak banyak

750 ribu Rupiah...

Dengan alasan untuk  Berobat anaknya..

Dan berjanji..

akan dibayar saat Gajian...


Saya berikan..

Dengan Niat menolong..

Sebulan kemudian..

Tibalah saat Gajian...

Saya menunggu...

Dengan harapan..

Sahabat saya Akan melunasinya..


Bulan pertama tak ada kabar..

Hingga bulan ketiga...


Sampai suatu saat..

Saya melihatnya..

Menggunakan Motor Baru (masih kredit) ...

Dan Baru saja selesai...

Belanja dimall..

Dengan barang Belanjaan yg cukup banyak..


Keesokan Harinya..

Saya coba hubungi..

Dengan niat menanyakan Kabar..

Namun...

Telfon saya tidak di angkat..

Saya sms...terkirim...

Namun tidak dibalas..

Hingga 5 hari...


Suatu ketika disebuah jalan

Tidak sengaja kami bertemu..

Seperti biasa..

Saya menanyakan kabar..

Dan pada akhirnya saya bertanya..

"Mas..saya butuh uang..

Bisa gak Hutangnya dilunasi segera"

Dengan lemah lembut..

Dan penuh senyuman..


Namun...

Dia membentak saya dengan Kasar...

Seraya berkata:


"KALAU ADA UANG JUGA UDAH DIBAYAR..

GAK PERCAYA BANGET"


lalu dia Pergi....


Sekitar 2 minggu kemudian..

Saya Ke tempat lomba ...

Gak sengaja melihat...

Dia sedang mendapat kemenangan sebuah kejuaraan lomba..

Dan ternyata...

Uang yang didapat lumayan besar. .


Berkali kali...

Saya melihatnya Hidup Mewah..

Namun tidak mampu..

Membayar Hutang...


Dan sekarang ..

Sudah 4 tahun lebih...

Sayapun sudah tidak berharap..

Hutang itu akan dibayar..

Karena tiap saya hubungi..

Tidak ada jawaban...

Dan selalu menghindar...


Saat itu ..saya seperti pengemis ...

Yg Meminta minta uang saya sendiri...


Sampai disini..

Saya hanya ingin..

Kalian yg memiliki hutang..

Agar segera melunasinya...

Karena..

Kekecewaan Orang yg kalian Hutangi. ...

Sama persis seperti yg saya tulis...

Tatkala kalian Menunda nunda..

Dalam membayar hutang...


Hiduplah...

Dengan apa yg kalian Miliki...

Dan Jangan memaksakan diri..

Meraih Kemewahan..

Dengan menyusahkan orang lain..


SEDERHANA dengan HORMAT...

Jauh lebih MULIA...

Dari KEMEWAHAN sebuah PINJAMAN..

-

📝 Copas via FB Musa Jundana Ihsan

Kok Rame Banget

Kok Rame Banget

Suatu kisah unik dari salah seorang mengenal hidayah.


Pak Fulan seorang pemilik radio konvensional di salah satu kota di Sumatera Barat, isi radionya ya sebagaimana yang lain, ada iklan, music dan lainnya. Keluarga pak Fulan tadi rata-rata adalah penggemar seni musik, bahkan punya penyewaan orgen tunggal dan lainnya.

Singkat cerita, pak Fulan itu juga termasuk pengurus salah satu mushollah/surau dekat tempat beliau tinggal.

Beliau punya rencana ingin datangkan ustad dari luar kota untuk ngisi kajian bersama tetangga-tetangga kompleknya.

Ketika itu di Kota tersebut ada Dai Akhir Zaman sedang Tablig Akbar, yang datang rame karena sedang viral ketika itu.

Lalu pak Fulan itu bertanya kepada panitia yang mengundang, bagaimana caranya bisa mengundang ustad yang tadi? Maka dijawab dengan nada meremehkan : Mahal Pak.

Namanya orang diremehkan pastilah sakit hati. Akhirnya pak Fulan mencari info ustad lain melalui YouTube, alhamdulillah yang sering muncul di YouTube beliau adalah kajian Ust. Maududi Abdullah, Lc Hafidzahullahu Ta'ala (Pekanbaru). 

Maka pak Fulan itu mencoba cari-cari kontak ustad atau tim ustad untuk diundang ke Mushollah sekitar rumah beliau. Pak Fulan itu datang jauh-jauh dari kotanya ke Pekanbaru untuk bertemu dan mengundang ustadz.

Secara detail pak Fulan belum tau siapa ustadz Maududi, hanya tau lewat YouTube saja.

Ust Maududi Abdullah bertanya : Apakah di Kota itu sudah ada ikhwah yang ngaji? Dijawab dengan polos : Blm ada (padahal pak Fulan itu belum begitu faham dengan istilah ikhwah ngaji dll).

Akhirnya beliau bersedia datang ke Kota Tersebut, kejadian ini beberapa tahun yang lalu.

Poster sudah dibuat dan info itu terdengar oleh ikhwah yang sudah ngaji di Kota itu, mereka heran. Siapa gerangan orang yang bisa mendatangkan Ust. Maududi Abdullah, Lc.

Niat pak Fulan hanya pengajian biasa untuk warga komplek, ukuran mushollanya juga sederhana tidak luas. Dan pak Fulan yang mengundang belum tau siapa ust. Maududi Abdullah, yang mana beliau sudah dikenal dimana-mana, terutama orang-orang Sumatera Barat, sudah tidak asing dengan beliau.

Hari H kajian tersebut tanpa disangka pak Fulan, yang datang kajian banyak sekali, bahkan dari luar kota juga hadir.

Sontak pak Fulan ini heran, ada apa ini kok rame banget?

Dari situlah jalan hidayah mulai menyapa beliau dan keluarga. Radio yang awalnya umum, sekarang diubah full untuk kajian-kajian. Walhamdulillah.

Hidayah menyapa siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.


Semoga kita selalu dapat hidayah dan  Istiqomah


#SafariSumbar2021

📝 Abu Yusuf Akhmad Ja'far

Letak Bahagia ???

Ada yang tidak memamerkan kebahagiaannya di media sosial karena memang dia tak memiliki sesuatu yang 'wah' untuk dishare.


Ada yang tak memamerkannya karena dia merasa hal yang ia miliki tak sekeren teman-teman medsosnya.


Ada yang tidak pamer karena menjaga perasaan orang lain.


Ada pula yang tidak pamer karena dia paham bahwasanya dia tidak butuh pengakuan orang lain untuk hidup bahagia.


-----

"Sesungguhnya kebahagiaan itu letaknya di hati, dan tak akan pernah tercapai kebahagiaan hakiki bagi mereka yang tak memiliki Iman, takwa dan rasa qona'ah di dalam hati."


📝Ustadz Boris Tanesia حفظه الله

Jangan Pernah Menilai Seseorang Dengan Melihat Masa Lalunya

Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya.


Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam. jauh dari sunnah, jauh dari hidayah, tenggelam dalam dunia yang menipu, terombang ambing dalam kemaksiatan yang nista.

Bukankah banyak sahabat radhiyallahu'anhum yang dulunya pelaku kemaksiatan, peminum khamr, bahkan pelaku kesyirikan ?

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang ada diatas muka bumi ini.

Bisa jadi anda salah satu dari mereka para ikhwan akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam, yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.

Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda, maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk.
Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang, kondisinya tatkala akan meninggal, bukan masa lalunya.


Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda “Amalan-amalan itu tergantung akhirnya”


📝 Ustadz Dr. Firanda Andirja Hafidzahullah

Sebelum Sampai di Bumi, Sudah Sampai di Langit

Tidak ada yang bisa terhindar dari jatuh cinta, termasuk seorang yang shaleh dan shalelah.

Namun cintanya begitu istimewa, sebelum sampai di bumi, perasaannya sudah sampai di langit.

Beruntunglah seseorang yang dicintai oleh seseorang yang salih, cintanya begitu rahasia, tidak menyebar, hanya tersimpan rapi didalam bait-bait doa yang dia langitkan kepada penciptanya.

Beruntunglah seseorang yang dicintai oleh seseorang yang shalihah, pandai menjaga hatinya, tidak membiarkan orang lain dengan mudah mengetuk pintu hatinya, bagaimana mutiara yg jauh tersimpan di dalam lautan sampai ada yang menemukannya dengan usaha yang berbeda.

Semoga bertemu dengannya, menjalin cinta diatas taqwa.


📝 rizalkiman

Dimanakah dia ???


Dimanakah dia...
Yang katanya ingin bertaubat ketika telah 40 tahun, namun hingga usia menyentuh kepala lima, ia semakin tenggelam dengan dunia.

Dimanakah dia...
Yang katanya ingin berhijab menjadi muslimah sejati, namun sekarang anak sudah dua, mengapa semakin lama semakin menor.

Dimanakah dia...
Yang katanya ingin berubah, mulai sholat berjamaah, hari pun berlalu, namun masih jarang terlihat batang hidungnya.

Dimanakah dia...
Yang katanya ingin memperdalam agama, belajar bahasa arab, bertahun-tahun telah lewat namun kualitas beragama tak kunjung meningkat.

Dimanakah dia...
Yang katanya ingin mulai menghapal Al-Qur'an, waktu pun lama berlalu namun tak ada juga penambahan.

Dimanakah dia...
Yang ingin berhenti bermaksiat, namun entah mengapa semakin hari kemaksiatannya malah semakin dahsyat.

Ketahuilah,
Niat baik yang pernah terbetik di dalam hati, bila tak segera ditindaklanjuti, kelak 'kan sirna dan mungkin tak 'kan pernah kembali.

Menyesallah ia karena telah tertutup pintu kebaikan, diri pun terbelenggu jerat nafsu dan kemaksiatan.

Dimanakah dia..
Oh, ternyata disitulah dia, terbaring di kuburnya, ia telah kembali, menyesal dan berkata,

رَبِّ ارْجِعُوْنِ لَعَلِّيْ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتٌ

"Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan."
(Al-Mu'minun : 99 - 100)

📝 Ustadz Boris Tanesia

Setelah Lulus Mau Kemana ?


Setelah Lulus Kuliah dari Timteng/Lipia, Balik Kampung Halaman atau di Kampung Orang?

Sempet lewat di beranda pembahasan ini, kalau sesuatu itu adalah bentuk nasihat maka jadikan sebagai bahan introspeksi diri. 
Jika itu kurang tepat, maka kita luruskan dengan baik. 

Karena kami bukan siapa-siapa, maka akan kami nukilkan nasihat guru-guru kita dan kisah-kisah guru kita. 

Kalau nasihat Ust. Ahmad Sabiq Hafidzahullahu Ta'ala setelah lulus kuliah dan memiliki gelar Lc/BA atau lainnya, ada 3 pilihan.


1. Balik kampung, babat alas (memulai perjuangan). Karena yang berhak menerima hasil dari belajar kita adalah keluarga dekat.
Allah Ta’ala berfirman :
و أنذر عشيرتك الأقربين
"Berilah peringatan kepada keluarga dekat kamu" 

Namun tidak semua orang memiliki jiwa perintis. Karena merintis itu berat.

Jadi bisa memilih opsi dua, sambil menyiapkan strategi untuk balik kampung. 



2. Ngabdi di tempat ia belajar dulu, misal dia sebelum kuliah di Timteng/atau tempat lain, mondok di Kota A, maka dia kembali kesana dan mengabdi disana.

Kalau misal bosen, pingin suasana baru. Dan alasan lainnya, bisa memilih opsi lainnya 



3. Berkiprah di tempat lain, bukan kampung halaman, dan bukan juga tempat dia belajar.
Namun usahakan yang paling minim memberikan mukafaah maupun fasilitas (jika mengajar), tentunya untuk menjaga keikhlasan. Karena tidaklah kita memilih kesini, kecuali memang ingin berjuang, bukan karena kemewahan.

Kita Berkiprah dimana saja, yang paling penting tetap menjaga hati, agar selalu ikhlas dan menjauhi sifat cinta dunia yang membinasakan. Allahul Mustaan

Jangan sampai keluar perkataan, "kalau tidak disini kita makan apa, tidak mungkin bisa hidup". 

Dimana saja kita hidup, Allah yang menjamin kehidupan kita, terlebih lagi orang-orang bertaqwa.

Fitnah harta menimpa siapa saja, baik dia ustadz ataupun bukan. Maka kita wajib terus waspada akan fitnah yang sangat berbahaya ini.

Semoga Allah menjaga kita semua. 

Jadi ingat, kisah-kisah ustadz-ustadz kita dahulu.

Pertama : Ada seorang dai, selesai lulus kuliah di Ibukota, beliau mencoba merintis dakwah di kampung halaman, dengan perlahan dan pelan-pelan, namun ternyata masyarakat tidak terima hanya karena sang Da'i ini tidak mau tahlilan. Padahal perangai sang Da'i kepada masyarakat sangat bagus. Namun itulah, karena masyarakat kurang ilmu sehingga sang Da'i dianggap sesat, tentu ada yang menghasut dari pihak-pihak yang dengki. 

Hingga akhirnya suatu hari, rumahnya di kepung preman bayaran, dilempari batu, dan di usir dari rumahnya sendiri. 

Singkat cerita, sang dai akhirnya pindah ke kota Sebelah, untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Dan sekalian berdakwah disana, hingga Allah harumkan namanya di Kota sebelah, kini beliau memiliki Ponpes yang sangat besar dan sudah menelurkan alumni yang berkualitas setelah 20 tahun berjuang.

Namun sang Da'i tetap berupaya untuk dakwah di kampung halamannya, karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Tentunya beliau menyusun strategi, agar dakwahnya bisa diterima. Akhirnya beliau mengirim muridnya untuk menikah dengan orang sana. Dan dari situlah pintu dakwah mulai terbuka, hingga kini masih bermanfaat untuk umat dalam penyebaran dakwah di atas manhaj Salaf.

Kini beliau ada agenda rutin memberi kajian di kampung halamannya.

Kedua : Ana kenal seorang dai juga, setelah lulus kuliah di Ibukota, lalu tugas di pelosok. Sampai akhirnya beliaupun betah disitu dan merintis dakwah disana hingga nikah dengan orang sana, padahal beliau berasal dari suatu kota yang ketika dia pulang, akan dijamin jadi PNS. 

Alhamdulillah ponpesnya di pelosok mulai berkembang. Dan Dakwahnya juga diterima masyarakat. 

Masya Allah, Semoga Allah mudahkan segala urusan beliau. 

Itulah sedikit kisah nyata, semoga bermanfaat. 

📝 Abu Yusuf Akhmad Ja'far

Istiqamah Bukan Berarti Harus Selalu Bersih Dari Dosa Sobat


Istiqamah Bukan Berarti Harus Selalu Bersih Dari Dosa Sobat

بسم الله والحمد لله والصلاة ىالسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن والاه، أما يعد،

Sebelumnya peringatan…!
Semoga judul tulisan ini tidak membuat seseorang meremehkan dosa dan ringan hati kembali lagi untuk bermaksiat, sungguh tidak sama sekali.

Sobat,
Semoga tulisan di bawah menjawab “kegalauan” sebagian orang tentang keinginan istiqamah tetapi kembali “tercebur” ke dalam jurang maksiat.

Semoga tulisan di bawah ini, menjadi penyemangat kembali bagi jiwa yang sudah mulai atau bahkan berputus asa, karena sulit istiqamah dalam ibadah, baik mengerjakan ketaatan atau menjauhi maksiat!

Sobat, ketauhilah…
Satu hal yang sangat diperintahkan Allah dalam Al Quran yang Mulia adalah ISTIQAMAH DALAM IBADAH DAN IMAN SAMPAI MATI.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” QS. Al Hijr: 99.
Dan masih banyak ayat yang lain tentang istiqamah.


Sobat,
ISTIQAMAH juga MENJADI WASIAT NABI shallallahu ‘alaihi wasallam. «قُلْ آمَنْتُ بِالله ثم اسْتَقِمْ» Artinya: “Ucapkanlah, “Aku Beriman kepada Allah”, kemudian Istiqamahlah”. HR. Muslim.

TETAPI JIKA ISTIQAMAH, BUKAN BERARTI TIDAK PERNAH TERPEROSOK KE DALAM JURANG DOSA DAN MAKSIAT ATAU KELALAIAN!

Sobat, perhatikan ayat mulia berikut;

فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

Artinya: “…maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya…” QS. Fushshilat:6.

Ibnu Rajab Al Hanbaly rahimahullah berkata:

إشارة إلى أنه لابد من تقصير في الاستقامة المأمور بها، فيُجبَر ذلك بالاستغفار المقتضي للتوبة و الرجوع إلى الاستقامة

Artinya: “Terdapat sebuah isyarat bahwa harus terjadi kelalaian dalam istiqamah yang diperintahkan terhadapnya, MAKA HAL TERSEBUT DITUTUPI DENGAN ISTIGHFAR YANG mengkonsekuensikan untuk bertaubat dan kembali kepada Istiqamah.” Lihat Kitab Jami’ul Ulum wal Hikam, 1/150.

Sobat,
Semoga tetap istiqamah, MEMANG TERKADANG JATUH BANGUN, terus saja perbaiki diri, terus… sampai bertemu dengan Allah dalam keadaan beriman dan beramal shalih.


📝 Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

Tidak Ada Setelah Kesempurnaan Kecuali Kekurangan

Pada tanggal 8 Dzul Hijjah 10 H, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat menuju Mina. Beliau shalat zuhur, ashar, maghrib, dan isya di sana. Kemudian bermalam di Mina dan menunaikan shalat subuh juga di tempat itu.

Setelah matahari terbit, beliau berangkat menuju Arafah. Setelah matahari mulai bergeser, condong ke Barat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai memberikan khotbah.

Di akhir khotbahnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأنْتُمْ تُسْأَلُونَ عَنِّى فَمَا أَنْتُمْ قَائِلُونَ؟ قَالُوا نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَأَدَّيْتَ وَنَصَحْتَ.فَقَالَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى السَّمَاءِ وَيَنْكُتُهَا إِلَى النَّاسِ « اللَّهُمَّ اشْهَدِ اللَّهُمَّ اشْهَدْ ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Kalian akan ditanya tentangku, apakah yang akan kalian katakan? Jawab parahabat: kami bersaksi bahwa sesungguhnya engkau talah menyampaikan (risalah), telah menunaikan (amanah) dan telah menasehati. Maka ia berkata dengan mengangkat jari telunjuk kearah langit, lalu ia balikkan ke manusia: Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah, sebanyak 3x” (HR. Muslim).

Setelah beliau berkhotbah, Allah Ta’ala menurunkan ayat:

اليَومَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-Maidah: 3).

Pada saat turun ayat tersebut, Umar bin Khattab pun menangis. Lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?”
Umar menjawab, “Sesungguhnya tidak ada setelah kesempurnaan kecuali kekurangan.”

Dari ayat tersebut, Umar merasakan bahwa ajal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dekat. Apabila syariat telah sempurna, maka wahyu pun akan terputus. Jika wahyu telah terputus, maka tiba saatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke haribaan Rabnya Jalla wa ‘Ala. Dan itulah kekurangan yang dimaksud Umar, yakni kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Read more https://kisahmuslim.com/4648-haji-wada-perpisahan-rasulullah-dengan-umatnya.html

Seperti Cinta Yang Memerlukan Pembuktian

Seperti Cinta Yang Memerlukan Pembuktian ...

Gelar Penuntut Ilmu Pun Bukan Sekedar Pengakuan ...

Jika Pembuktian Cinta Itu Dengan Menikah ...

Maka Pembuktian Ilmu Itu Dengan Berihlah ...

Seperti Dalam Cinta, Akan Ada Banyak Patah-Patah ...

Menuntut Ilmu Pun Demikian, Terkadang Sampai Ada Air Mata Yang Berdarah - Darah ...

Ini Bukan Sekedar Pengakuan Sebab Semua Orang Boleh Mengaku Sebagai Penuntut Ilmu, Namun Boleh Jadi Pengakuannya Hanya Sekedar Pengakuan ...

إِذَا اسْتَبَكَتْ دُمُوْعٌ فِيْ خُدُوْدٍ

Ketika air mata telah bercucuran dipipi ...

تَبَيَّنَ مَنْ بَكَى وَمَنْ تَبَاكَى ...

Maka jelaslah siapa yang benar - benar menangis dan siapa yang berpura - pura ...

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلًا بِلَيْـــلَى

Setiap orang mengaku memiliki hubungan dengan layla ,,,

. . . وَ لَيْـــلَى لَا تُقِرُّ لَهُ بِذَاكَ . . .

Sementara laila tidak mengakui hubungan-hubungan tersebut .


📝 Abu 'Athiyyah Al Buthoniy حفظه الله


Ilmu di zaman itu.....

Suatu ketika Imam Abu Ishaq Asy-Syirazi (476H) ingin meninggalkan kota Baghdad, maka lewatlah beliau di sebuah jalanan kota itu. Tiba-tiba ada seorang kuli pembawa sayuran mengatakan kpd tmnnya: "Pendapat Sahabat Ibnu Abbas dlm masalah Istitsna' itu tdk benar, krn klu itu benar, tentunya Allah ta'ala tdk akan mengatakan kpd Nabi Ayyub -alaihissalam-: 

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ

'Ambillah dgn tanganmu seikat rumput (alang-alang), lalu pukullah dgn itu, dan jgnlah km melanggar sumpah'. [QS. Shad: 44].


Akan tetapi harusnya Allah cukup mengatakan kpdnya: 'lakukanlah istitsna' (ucapkan InsyaAllah)! Sehingga dia tdk perlu melakukan cara seperti itu untuk menunaikan sumpahnya"


Melihat pemandangan itu, Imam Abu Ishaq mengatakan kpd dirinya: "Negeri yg kuli pembawa sayurannya saja bisa membantah perkataan Sahabat Ibnu Abbas, tidak pantas engkau keluar meninggalkannya". [Al-Bahrul Muhith Liz Zarkasyi 4/382].


-----

Bisa dibayangkan, kalau kulinya saja seperti itu, bagaimana dengan para ulamanya!


📝Dr.Musyaffa Addariny


Hidayah itu......

Hidayah Itu Dijemput Bukan Ditunggu


Saudaraku

Hidayah itu mahal dan berharga

Sangat beruntung orang yang mendapat hidayah

Dia merasakan kebahagiaan dunia-akhirat

Kebahagiaan hati, ketentraman jiwa dan ketenangan yang sejati


Hidayah itu bukan ditunggu

Menunggu waktu tua dahulu

Menunggu sukses dunia dahulu

Menunggu anak dewasa dan mandiri dahulu 


Hidayah itu dijemput dengan segera

Karena taubat tidak menunggu ajalmu

Bukan lambat asal selamat

Tapi cepat agar selamat di akhirat


Hanya orang yang bersungguh-sungguh lah yang mendapatkan hidayah

Allah berfirman,

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di jalan Kami, sungguh akan Kami berikan petunjuk (hidayah) kepada mereka untuk istiqamah di jalan Kami. (QS. Al-Ankabut: 69).


Ibnul Qayyim menjelaskan ayat di atas, beliau berkata:

“Allah menggantungkan/mengkaitkan hidayah dengan perjuangan/jihad. Manusia yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling besar jihadnya. Jihad yang paling utama yaitu jihad mendidik jiwa, jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan dan jihad melawan fitnah dunia.” [Al-Fawaid, hlm. 59]


Bersungguh-sungguh lah

melawan nafsu dunia dan syahwat yang menipu

Melawan gengsi dunia dan sombong

Melawan kerasnya hati


Bagaimana cara menjemput hidayah:


Datangi kajian dan sumber ilmu, karena hidayah dan hijrah itu harus dengan ilmu

Segera ganti dengan teman-teman yang baik dan shalih

Baca buku tata cara shalat dan perbaiki cara shalatmu

Ambil Al-Quran yang lama berdebu, bacalah dengan lama sejenak

Infaknya sebagian hartamu

Sedekahlah sembunyi-sembunyi, semoga bisa meredam murka Allah


Segera kunjungi anak yatim, usap lah kepalanya dan santuni

Ziarah ke kubur dan renungkan lah engkau akan menyusul dan dilupakan manusia

Berkunjunglah ke orang sakit dan lihat mereka menyesal tidak bisa beramal banyak lagi

Kunjungi panti jumpo, lihat mereka menyesal menyia-nyiakan masa muda dengan huru-hara


Tidak lupa berdoa kepada Allah di sepertiga malam memohon hidayah kepada Allah



Semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah

Semoga keluarga, teman dan kaum muslimin mendapatkan hidayah terbaik


📝 Ustadz dr. Raehanul Bahraen

CINTA ???



ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﺐ ؟
Apa itu cinta ?

هُو علي حيْن ينام بدلا من الرسول ﷺ في فراشه و هو يعلم أن القوم اجتمعوا لقتل الرسول ﷺ وأنه قد يَموت على نفس الفراش !!

Cinta adalah ketika ‘Ali berbaring tidur di tempat tidur Nabi menggantikan Rasulullah ﷺ, padahal tahu bahwa sekelompok orang telah berkumpul akan membunuh Rasulullah ﷺ, dia pun juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas di tempat yang sama !!!

الحب ..
ﻫُﻮ ﺑﻼﻝ ﺣﻴﻦ يعتزل ﺍلْأﺫﺍن ﺑﻌﺪ ﺭﺣﻴﻞ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﷺ ، ﻓَﻠﻤﺎ ﺃﺫﻥ بطلب من ﻋﻤﺮ عند فتح بيت المقدسِ ﻟﻢ ﻳﺮ ﻳﻮﻣﺎ كاﻥ ﺃﻛﺜﺮ بكاء ﻣﻨﻪ عندما قال أشهد ان محمدا رسول اللهِ.

Cinta adalah ...
Setelah sekian lama Bilal tidak lagi mengumandangkan adzan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, lalu ketika Bilal mengumandangkan adzan kembali atas permintaan ‘Umar saat penaklukan Baitul Maqdis, tidak pernah tangisan begitu membahana terlihat sebelumnya, saat mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”.

ﺍَﻟﺤﺐ ...
ﻫُﻮ ﺍﻟﺰﺑﻴﺮ ﻳﺴﻤﻊ ﺑﺈﺷﺎﻋﺔ ﻣﻘﺘﻞ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻓﻴﺨﺮﺝ ﻳﺠﺮ ﺳﻴﻔﻪ ﻓﻲ ﻃﺮﻕ ﻣﻜﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ ﻋﺸﺮ ، ﻟﻴﻜﻮﻥ ﺳَﻴﻔﻪ ﺃﻭﻝ ﺳﻴﻒ ﺳﻞ ﻓﻲ ﺍلْإﺳﻼﻡِ .

Cinta adalah ...
Adalah ketika Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah ﷺ, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan - jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam.

ﺍﻟﺤﺐ ...
ﻫُﻮ ﺭﺑﻴﻌﺔ ﺑﻦ كعب ﺣﻴﻦ ﻳﺴﺄﻟﻪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍلله ﷺ ماﺣﺎﺟﺘﻚ ؟ ،
ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻣﺮﺍﻓﻘﺘﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ .

Cinta adalah ...
Adalah Rabi’ah bin Ka’ab saat Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya “apa yang kamu inginkan ?”
Dia pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”.

ﺍﻟﺤﺐ ..
ﻫُﻮ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺑﻨﻲ ﺩﻳْﻨﺎﺭ ، ﺣﻴﻦ ﻳﺨﺮﺝ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭﺃﺑﻮها ﻭﺃﺧﻮﻫﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﺣﺪ ﻓﻴستشهدون جميْعاً في سبيل الله ﻭَﻳﻨﻌﻮﻥ ﻟﻬﺎ، ﻓﺘﺮﻯ ﺭﺳﻮﻝ ﺍلله ﷺ ﻓﺘﻘﻮﻝ : ﻛﻞ ﻣﺼِﻴﺒﺔ ﺑﻌﺪﻙ جلل .

Cinta adalah ...
Seorang wanita dari keturunan Bani Dinar. Saat suami, ayah, saudara laki - lakinya pergi ke medan Uhud lalu mereka semua mati syahid di jalan ALLAH, berita kematian mereka pun sampai kepadanya. Lalu wanita itu memandang Rasulullah ﷺ kemudian mengatakan: “musibah apapun selainmu adalah kecil”.

ﺍﻟﺤﺐ ..
ﻫُﻮ ﺛﻮباﻥ ﺣﻴﻦ ﻳﺴﺄﻟﻪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﷺ : ﻣﺎ ﻏﻴﺮ ﻟﻮﻧﻚ ؟
فيقوﻝُ : ﻣَﺎﺑﻲ ﻣﺮﺽ ﻭﻻﻭﺟﻊ ﺇِﻻ أﻧﻲ ﺇﺫَﺍ ﻟﻢ أﺭﻙ ﺍِﺳﺘﻮْﺣﺸﺖ ﻭحشة ﺷﺪﻳﺪﺓ ﺣﺘﻰ ﺃﻟﻘﺎﻙ.

Cinta adalah ...
Tsauban ketika Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya: “apa yang membuat warna wajahmu berubah ?” lalu dia menjawab : “aku tidak sakit dan terluka, hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu”.

ﺍﻟﺤﺐ ..
ِعندما ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ للرﺳﻮﻝ ﷺ ﻗﺒﻞ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟْﻐﺎﺭ: ﻭَالله ﻻ ﺗﺪﺧﻠﻪ ﺣﺘﻰ ﺃﺩﺧﻞ ﻗﺒﻠﻚ، ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ شيْء ﺃﺻﺎﺑﻨﻲ ﺩﻭﻧﻚ .

Cinta adalah ...
Ketika Abu Bakar berkata kepada Rasulullah ﷺ sebelum memasuki gua Tsur : “Demi ALLAH, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu di dalam gua ini maka akulah yang terkena bukan engkau”.

ALLAHU AKBAR !!!


📝 Rizki Kurnia